IKA UB Kaltim, Sadar Halal, Jaminan Produk Halal IKA UB Kaltim Gelar Ramadhan Talk: Bedah Tuntas Urgensi Sertifikasi Halal bagi Pelaku Usaha

IKA UB Kaltim Gelar Ramadhan Talk: Bedah Tuntas Urgensi Sertifikasi Halal bagi Pelaku Usaha
user Admin

Daring – Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB) Kalimantan Timur sukses menyelenggarakan webinar "Ramadhan Talk" yang menyoroti urgensi Jaminan Produk Halal (JPH) di Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini diikuti oleh puluhan peserta yang antusias, mulai dari jajaran IKA UB Kaltim, mahasiswa Universitas Mulawarman, hingga masyarakat umum.

Acara ini dihadiri langsung oleh para Senior IKA UB Kaltim, di antaranya Irvan Wirayudha dan Sigid J. Pribadi, Ketua Bidang Bantuan Hukum dan Advokasi, yang memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif edukasi publik ini. Diskusi ini menghadirkan pakar halal, Dr. Ir. Hadi Suprapto, S.P., M.P., IPM., Ketua Halal Center Universitas Mulawarman (Unmul) periode 2023-2025 yang saat ini merupakan Ketua Program S2 Teknologi Pangan dan Pertanian, untuk membedah kewajiban sertifikasi halal sebagai standar proteksi konsumen sekaligus peningkat kualitas produk lokal.

Kesadaran Halal sebagai Kebutuhan Mendesak

Sementara itu Moderator acara, Ahmad Busri, Sekretaris IKA UB Kaltim yang juga Ketua Koperasi Perisai Brawijaya Berdaya dalam pengantarnya menekankan bahwa literasi mengenai produk halal kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak di tengah masifnya peredaran produk di pasar.

"Mengingat masifnya beragam produk saat ini, terdapat kerentanan penggunaan bahan non-halal yang sering kali tidak terdeteksi kasat mata di pasaran. Ini bukan hanya soal syariat, tetapi langkah krusial dalam menjaga kesehatan dan integritas konsumsi keluarga kita," ujar Ahmad Busri.

Halal Sebagai Strategi Daya Saing

Dalam paparannya, Dr. Hadi Suprapto menjelaskan bahwa berdasarkan UU No. 33 Tahun 2014, seluruh produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal. Beliau menekankan bahwa konsep halal dan thayyib (baik) adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

"Sertifikasi halal memberikan jaminan keamanan, kesehatan, dan ketenangan bagi konsumen, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomis bagi pelaku usaha untuk bersaing di ekosistem bisnis nasional maupun global," jelas Dr. Hadi.

Bedah Teknis SIHalal

Selain aspek edukasi, webinar ini juga membedah sisi teknis pendaftaran melalui sistem SIHalal. Dr. Hadi membimbing peserta memahami alur sertifikasi yang kini semakin terintegrasi dan transparan, meliputi: Pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), Penetapan Penyelia Halal, dan Pembuatan Manual Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH).

Melalui kegiatan ini, IKA UB Kaltim berkomitmen untuk terus menjadi jembatan edukasi bagi alumni dan masyarakat luas. Diharapkan, para pelaku usaha dapat segera melakukan akselerasi sertifikasi produk mereka, mengingat label halal kini menjadi identitas penting dalam perlindungan konsumen dan perdagangan internasional.

IKA UB Kaltim

Solid Sinergi Jaya

Dokumentasi

© 2024 All Rights Reserved.

Ikatan Alumni Universitas Brawijaya.

Pengurus Daerah Kalimantan Timur.